Sunday, 11 February 2018

[Review] Pai Kau (2018)

(movieden.net)
Seorang teman saya mengira ini film silat karena hanya melihat judul dan posternya tanpa membaca sinopsis. Ngg, tidak, ini bukan film silat. Lebih tepatnya, ini adalah film thriller meskipun posternya menunjukkan adegan pernikahan ala Tionghoa.

Siska (Inike Valentina) berniat balas dendam pada mantannya, Edy (Anthony Xi) di hari pernikahan Edy dan Lucy (Irina Chiu). Bentuk balas dendamnya adalah dengan memutarkan CD berisi rekaman video mesra mereka semasa pacaran saat acara resepsi nanti. Karena kesalahpahaman, Lucy jadi mengira Siska adalah sepupu Edy dan menawarinya untuk menjadi bridesmaid. Apakah niat balas dendam Siska akan terlaksana?

Pertama, pastikan dulu kalian sudah berusia 18+ sebelum menontonnya karena adanya beberapa adegan maupun dialog nakal yang tampil dalam film. Pai Kau mengambil ide cerita yang unik meskipun masih memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah kekakuan akting dari beberapa pemeran pendukung seperti Koh Liem (Tjie Jan Tan), ayah Lucy yang juga merupakan mafia bisnis dan para rekan mafianya. Dalam beberapa adegan, beberapa dialog menggunakan bahasa Mandarin yang mengingatkan pada film-film mafia Hong Kong.

Akting yang baik dihadirkan oleh Ineke Valentina dan Irina Chiu sebagai dua tokoh wanita utama. Dalam penyamarannya, Siska harus bisa menghadirkan wajah yang ramah meskipun dalam hati menyimpan dendam kesumat pada mantan pacarnya. Sementara Lucy yang di awal film tampil manja, membuktikan di akhir bahwa ia memang putri seorang mafia.

Seperti posternya, proses pernikahan Edy dan Lucy menggunakan konsep Tionghoa dan Pai Kau menghadirkan prosesinya. Dimulai dari pemberkatan secara Katolik di gereja yang mengesahkan mereka sebagai suami istri hingga acara Tea Pai berupa penyajian teh kepada para orang tua sebagai bentuk penghormatan. Untuk yang belum pernah melihat prosesi pernikahan adat Tionghoa, saksikan dalam Pai Kau.

Pai Kau sendiri adalah permainan kartu serupa domino asal Tiongkok. Beberapa kali muncul adegan sekelompok orang tua yang tengah memainkan kartu ini. Mungkin dimaksudkan bahwa kenekatan Siska dalam membalas dendam ini serupa dengan permainan judi yang belum mengetahui menang atau kalahnya.

Mungkin karena idenya yang unik ini, film Pai Kau hanya tersisa sedikit slot di bioskop. Sebenarnya apabila sutradara Sidi Saleh bisa lebih mengeksplorasi peranan Koh Liem dan kehidupan mafianya ke dalam film ini dan menciptakan ketegangan yang lebih berarti, Pai Kau akan bisa lebih mencuri perhatian publik.

No comments :

Post a comment