Monday, 14 March 2016

[Review] About A Woman (2014)


Penutup dari trilogi film Teddy Soeriaatmadja ini tayang hanya di kelas festival, sama halnya dengan Something In The Way untuk alasan yang sama juga. Setelah Lovely Man dan Something In The Way, About A Woman bercerita tentang ibu tua berusia 65 tahun yang tinggal sendirian bersama pembantunya. Berhubung sepanjang film tidak menyebutkan nama ibu tersebut, akan saya sebut sebagai "Oma" saja.

Seperti rata-rata nenek umur segitu pada umumnya, rutinitas Oma (Tutie Kirana) hanya berkisar pada sarapan, sholat, jalan di treadmill, ngeteh, nonton tv, menyusun puzzle. Err, memang begitu kan biasanya yang dilakukan orang tua karena tidak banyak lagi yang bisa dikerjakan? Suatu hari, pembantu Oma memutuskan untuk pulang kampung. Puteri Oma, Laras (Anneke Jodi) dan menantunya, Bimo (Ringgo Agus Rahman) memutuskan untuk mengirim Abi (Rendy Ahmad), keponakan Bimo yang baru lulus SMA untuk bekerja sebagai pembantu sekalian menemani Oma.

Khas Teddy Soeriaatmadja yang sangat saya sukai adalah minim dialog namun adegan sudah menceritakan apa yang terjadi. Film dibuka dengan adegan Oma yang meloncat berusaha membersihkan sarang laba-laba, lalu adegan Oma yang menumpahkan air galon saat berusaha menggantinya sendiri. Setelah Abi muncul, dengan gampang ia membersihkan sarang laba-laba tersebut dan mengganti galon air dispenser. Adegan tersebut menyiratkan perbandingan orang tua yang sudah sulit untuk melakukan sesuatu dan orang muda yang masih kuat untuk melakukannya.

Seperti halnya kedua film pendahulunya, Teddy senang memunculkan kontroversi dengan menghadirkan dialog antara Oma dengan Laras yang berjilbab namun merokok. Interesting, karena memang dalam stereotype masyarakat kebanyakan, orang berjilbab itu alim sementara perempuan merokok sama dengan binal. Lalu bagaimana jika berjilbab dan merokok?

Akting Tutie Kirana adalah yang paling menarik di sini. Dalam kesendiriannya melakukan rutinitas dalam keheningan, ada perasaan sepi yang menguar samar-samar. Umur-umur segitu memang masanya kesepian, anak sudah menikah dan tinggal terpisah lalu tidak ada hal menarik yang bisa dikerjakan. Kedatangan Abi membuatnya perlahan mulai mencair, dari sosok yang tegas namun diam-diam kesepian berubah pelan-pelan menjadi lebih luwes dan terbuka.

Adegan yang paling saya sukai adalah adegan penutup saat Abi meninggalkan rumah bersama temannya sementara Oma mengintip dari jendela. Seperti mengintip dan iri dengan masa muda yang sudah berlalu dan tak bisa digapai lagi, Ditutup dengan selesainya puzzle yang disusun Oma, puzzle yang menggambarkan matahari tenggelam seperti mengingatkan akan masa tuanya yang akans egera tenggelam.

RATE:
7.8/10

No comments :

Post a comment