Saturday, 3 February 2018

[Review] Downsizing (2018)

(variety.com)
Jumlah manusia yang semakin hari semakin banyak menjadi salah satu masalah di dunia. Sebuah penemuan dari Profesor Jorgen Asbjornsen (Rolf Lassgard) dianggap sebagai pemecahan dari masalah tersebut. Bagaimana tidak, teknologi tersebut membuat manusia bisa mengecil menjadi seukuran jari saja!

Selain niat mulia menyelamatkan bumi dari ledakan populasi, ada juga iming-iming kekayaan berlimpah jika ikut bergabung dengan teknologi ini. Tentu saja pengikut program ini akan kaya karena biaya makan dan kebutuhan lainnya jadi menyusut drastis. Ibaratnya makan satu kali saat ini perlu Rp 10.000, maka di Leisureland hanya perlu Rp 100 untuk sekali makan! Paul (Matt Damon) merupakan salah satu yang tergiur dengan penawaran menarik tersebut. Tapi, memangnya hidup segampang itu?

Di awal film, Downsizing nampak seperti film komedi yang unik. Namun seiring berlalu bergulirnya waktu, malah jadi film drama dengan nyaris post appocalypse. Sebenarnya, ide di film Downsizing ini pantas untuk menjadi salah satu episode di series Black Mirror. Cuma Black Mirror biasanya memiliki bittersweet ending sementara Downsizing bisa dibilang berakhir happy ending tanpa ada hal berkesan yang ditinggalkan. Ups, ini bukan spoiler ya!

Hal terbaik di film ini justru penampilan dari Hong Chau sebagai Ngoc Lan Tran, demonstran Vietnam yang dikecilkan secara paksa di penjara dan berhasil tiba di Leisureland. Ucapannya dalam berbahasa Inggris yang patah-patah dan sikapnya yang blak-blakan adalah daya tarik utamanya meskipun ia bukan tokoh utama.

Meskipun cerita yang ditawarkan tidak memiliki konflik yang berarti, namun Downsizing masih pantas untuk tontonan ringan di akhir pekan. Btw, mau tahu berapa nilai hartamu kalau mengecilkan diri juga? Cek di downsizingleisureland.co.id!

No comments :

Post a comment