Wednesday, 27 December 2017

[Review] Ferdinand (2017)

(irishfilmcritic.com)
Jadi saking kebanyakan film yang tayang di masa liburan ini, jadwal nonton saya jadi berantakan. Mestinya sih saya nonton Ferdinand karena tayang duluan, tapi saya memilih mendahulukan Susah Sinyal karena film Indonesia biasanya hanya sebentara tayang di layar lebar. Selesai Susah Sinyal, justru Ferdinand yang tinggal sedikit jam tayangnya karena kalah sama Jumanji: Welcome to the Jungle.

Untuk yang sudah nonton trailernya, sudah tahu deh ya garis besar ceritanya. Negara Spanyol identik dengan Matador dan banteng, bagaimana kalau ada banteng yang menganut anti kekerasan dan lebih suka bunga? Disuarakan John Cena, banteng hitam bernama Ferdinand berhasil kabur dari peternakan banteng aduan dan dibesarkan di peternakan bunga oleh Juan (Juanes) dan Nina (Lily day). Ferdinand akan tumbuh menjadi banteng besar berhati lembut, namun suatu kecelakaan membuatnya dianggap buas dan dikirim ke pertenakan banteng aduan tempat kelahirannya. Jadi apa dia bisa melarikan diri untuk pulang kembali ke rumahnya?

Setelah Dwayne "The Rock" Johnson sering bermain film, sekarang John Cena juga lumayan banyak main film meskipun belum sesering The Rock. Suaranya cukup baik dalam mengisi suara Ferdinand didukung alur cerita yang menarik serta suara Nick Jonas yang menyanyikan soundtracknya. Iya, lagu Home itu enak didengarnya, lho...

Jika Coco menyajikan tradisi Hari Orang Mati di Mexico, maka Ferdinand memilih tradisi Matador sebagai fokusnya. Gak terlalu fokus juga sih karena penonton tidak terlalu diberitahu apa yang sebenarnya dilakukan dalam pertunjukan ini. Biasanya film animasi hanya menampilan kegiatan Matador sebagai mengibaskan kain merah ke banteng sambil penonton berteriak "Ole! Ole!". Tentu saja tidak ditampilkan kalau banteng tersebut akan dibunuh di akhir pertunjukan. Meskipun sering diprotes oleh pecinta hewan, namun tradisi ini memang sulit dihapuskan karena sudah menjadi tradisi mendarah daging di Spanyol. Yah mungkin seperti karapan sapi di Madura, hanya saja tak ada sapi yang dibunuh dalam karapan sapi.


No comments :

Post a comment