Sunday, 7 January 2018

[Review] The Greatest Showman (2017)

(vogue.com)
Sebelum kalian bertanya-tanya kenapa aktor berkebangsaan Australia ini bisa-bisanya berperan dalam drama musikal setelah pensiun dari perannya sebagai Wolverine, saya kasih tahu saja kalau dia memang memulai karirnya sebagai pemain teater musikal. Jadi bermain dalam The Greatest Showman jelas gak bakal bikin dia kagok, palingan perlu sedikit adaptasi saja mengingat pengalamannya dulu.

Diangkat dari kisah nyata, P. T. Barnum (Hugh Jackman) hanya anak tukang jahit yang miskin dengan sejuta mimpi. Bersama istrinya, Charity (Michelle Williams), ia membangun sirkus Barnum yang menyatukan para orang-orang unik di dalamnya. Namun, rencana memang tidak selalu berjalan mulus dan Barnum harus melewati berbagai kendala dalam pembangunan sirkusnya.

Selain Hugh Jackman, film ini juga membawa nama Zac Efron dan Zendaya berperan di dalamnya. Zac Efron jelas sudah berpengalaman dalam High School Musical, begitu juga Zendaya yang memang seorang penyanyi. Tantangan besar bagi mereka tentu saja harus bernyanyi sambil berakrobat ria berputar-putar di udara meskipun tentu saja mesti dibantu stuntman.

Karena genrenya drama musikal, tentu saja film ini dikit-dikit nyanyi, dikit-dikit nyanyi. Beauty and the Beast dan Coco saja kayaknya kalah sering menyanyi dibandingkan The Greatest Showman. Tapi tenang saja, kamu tidak akan bosan meskipun banyak nyanyian karena dipadukan dengan koreografi yang ciamik. Sambil menonton The Greatest Showman, rasanya jadi ingat dengan Madagascar 3 yang juga mengusung sirkus sebagai temanya.

No comments :

Post a comment