Sunday, 3 September 2017

[Review] Baby Driver (2017)

(slashfilm.com)
Bicara soal balapan mobil, maka Dom Toretto adalah yang selalu terbayang di kepala penonton. Nah, bagaimana jika aksi balapan mobil dipadukan dengan musik yang menghentak? Maka Baby Driver adalah jawabannya!

Dari trailernya, saya sempat mikir jangan-jangan ini cerita tentang calon anggota X-Men yang memiliki kemampuan terkait musik. Dan ternyata salah. Hehehe...

Baby (Ansel Elgort) merupakan seorang remaja ahli balapan yang memiliki masalah pendengaran sehingga sering mendengarkan musik untuk meredam dengungan di telinganya. Keahliannya menyetir mobil dimanfaatkan Doc (Kevin Spacey), seorang otak kriminal. Baby yang berhutang pada Doc membayar hutangnya dengan cara menjadi pengemudi pada tiap aksi perampokan yang dirancang Doc.

Musik yang menghentak dan memanjakan telinga diputar dengan mengikuti ritme cerita. Dari The Beach Boys hingga Queen diputar lagunya di sini. Mobil-mobil bagus juga dipamerkan meskipun tidak sejor-joran yang ada di franchise Fast and Furious. Ada yang mau beli mobil Subaru setelah menonton film ini? Kebetulan mobil tahun 2006 yang digunakan untuk syuting tersebut dilelang dan terjual USD69.000 alias Rp 920 jutaan!

Sayangnya, pergerakan kamera yang kelewat dinamis di awal film dan beberapa adegan membuat agak pusing. Selain itu, penonton juga kurang berempati dengan Baby yang memiliki masalah pendengaran tersebut. Sebenarnya audio suara kadang dimainkan seperti mengecil saat salah satu earphone tercabut dari telinga Baby dan membesar kembali saat terpasang keduanya. Namun, hal tersebut masih belum membuat penonton bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi Baby yang memiliki gangguan pendengaran.

Tapi, dengan nama Edgar Wright, Kevin Spacey, hingga Jon Hamm dalam film ini, masa kamu masih gak tertarik nonton?


No comments :

Post a comment