Thursday, 17 August 2017

[Review] Atomic Blonde (2017)

(youtube.com)
Sesuai judulnya, film ini menampilkan tokoh utama berambut pirang, yaitu Charlize Theron sebagai Lorraine Broughton. Sebagai agen MI6 dari Inggris, Lorraine ditugaskan menemukan jam tangan yang di dalamnya berisi daftar nama double agent di Jerman bersama David Percival (James McAvoy). Diperkirakan jam tangan tersebut dimiliki oleh Yuri Bakhtin (Johannes Haukur Johannesson) yang berpotensi memperpanjang perang dingin. 

Ngomong-ngomong, film ini diangkat dari graphic novel The Coldest City karya Antony Johnston dan Sam Harts. Bersetting pada kejadian beberapa hari menjelang runtuhnya Tembok Berlin tahun 1989, Atomic Blonde menggunakan tone warna yang dingin kebiru-biruan meskipun font judul dan sebagainya memakai warna neon yang menyolok. Kenapa warna neon menyolok yang dipakai, mungkin untuk menyaingi kata "blonde" alias pirang yang memang menyolok di judul.

Charlize Theron memang tampil hebat sebagai agen Broughton yang skill bela dirinya mengagumkan. Sementara itu, James McAvoy yang identik dengan Professor X kali ini akan menjadi agen rahasia pemabuk. Muncul juga Sophia Boutella yang sebelumnya muncul sebagai putri Ahmanet di The Mummy. Kombinasi tiga karakter ini sangat baik dalam membangun cerita didukung lagu-lagu dari era 80an dalam berbagai adegan.

Berbagai adegan aksi berdarah disajikan dengan brutal dalam film ini. Bahkan Charlize Theron sendiri sampai kehilangan dua giginya akibat syuting Atomic Blonde. Pastikan kalian tidak membawa anak kecil, ya! Sayangnya, beberapa adegan erotis dipotong dengan kasar sehingga terkesan mengganggu jalan cerita. Padahal dengan tanda 21+ seharusnya yang hadir hanya penonton dewasa yang tidak masalah dengan adegan tersebut.

Sesuai kata atasan Agent Broughton saat menugaskannya, "Don't trust anyone", sepanjang film ini rasanya tidak ada satupun orang yang bisa dipercaya dan semua tampil mencurigakan. Diakhiri dengan ending yang twist, tentu saja kamu akan berharap ada sekuel dari film ini.

No comments :

Post a comment