Thursday, 10 March 2016

[Review] The Other Side Of The Door (2016)


Memangnya ada apa sih di balik pintu? Oho, yang pasti ada sesuatu yang terlarang makanya menarik untuk dijadikan film. Film mengisahkan tentang keluarga pendatang dari AS yang menetap di kota Mumbay, India. Maria (Sarah Wayne Callies), sang ibu, sedang depresi karena kehilangan anaknya, Oliver dalam kecelakaan. Kasihan melihat nyonya majikannya yang depresi, Piki (Suchitra Pillai-Malik), pembantu keluarga mereka membisikkan rahasia mengenai pintu yang bisa membuat manusia hidup berbincang dengan mereka yang telah mati agar Maria bisa mengucapkan selamat tinggal secara pantas kepada Oliver.

Di pinggiran desa asal Piki, ada kuil tua yang dengan melalui ritual khusus semalaman dalam kuil, maka manusia bisa bicara dengan mereka yang berada di alam lain dengan dihalangi sebuah pintu. Peraturan utamanya adalah dilarang untuk membuka pintu itu. Pokoknya cuma boleh bicara dengan dibatasi pintu, tidak boleh buka pintunya apapun yang terjadi. Seperti yang bisa ditebak, Maria nekat membuka pintu tersebut.

Dalam ajaran Hindu yang menganut reinkarnasi, roh akan mengalami penyucian setelah kematian sebelum dilahirkan kembali. Dan terbukanya pintu tersebut akan menarik Oliver kembali ke dunia. He is back, but he is not Oliver again. And he is not come back alone.

Yang menarik dari The Other Side Of The Door adalah settingnya yang mengambil tempat di kota Mumbay, India. Tampilan Mumbay yang mirip-mirip perkampungan kumuh Jakarta dan orang-orangnya yang bertampang Asia berkesan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ya biarpun keluarga Maria bukan turunan India, sih...

Jika kebanyakan horror bule yang melibatkan roh jahat akan mengambil unsur iblis, pentagram, hexagram, dan ritual ala-ala voodoo yang kebarat-baratan, maka The Other Side Of The Door memasukkan ritual ketimuran di sini. Ditambah dengan kehadiran Aghori, sekte kepercayaan di India yang menyembah Dewa Syiwa dengan kebiasaan melumuri diri dengan abu dan makan jasad manusia yang dikremasi. Sekte ini memang masih eksis ada di India hingga sekarang.

Secara keseluruhan, The Other Side Of The Door memberikan warna berbeda bagi horror barat dengan paduan mistis timur dalam ceritanya. Jump scare sedang sedang yang tidak terlalu sering namun cukup menakutkan, sosok penjaga neraka yang berusaha mengejar roh Oliver dan malah mengingatkan pada Kayako dari The Grudge, sosok para Aghori yang terlihat menyeramkan bagi orang awam mewarnai film besutan Johannes Roberts ini. Satu hal yang pasti dari film ini, jangan main-main dengan ritual mistis!

RATE:
7.3/10

No comments :

Post a comment