Sunday, 27 May 2018

[Review] Solo: A Star Wars Story (2018)

(nerdist.com)

"A long time ago in a galaxy far, far away...."

Kalimat khas yang selalu ada di tiap film Star Wars ini juga menghiasi layar sebelum film Solo: A Star Wars Story dimulai. Kemunculan pertama karakter Han Solo pada Star Wars: Episode IV – A New Hope pada tahun 1977 diperankan oleh Harrison Ford, begitu juga dalam Star Wars: The Last Jedi (2017) yang menyesuaikan timeline dengan umur para pemerannya.

Tapi berhubung Solo: A Star Wars Story bersetting pada cerita sebelum Han Solo bertemu Luke Skywalker dan Princess Leia, maka Harrison Ford digantikan Alden Ehrenreich sebagai Han Solo muda. Di film spin off ini, penonton akan tahu kenapa nama Han bisa bernama Han Solo, dari mana ia mendapatkan pesawat Millenium Falcon yang legendaris itu, dan awal bertemunya Han dengan Chewbacca, kopilot masa depannya.

Langsung saja, aslinya ini film biasa saja, kok. Hahahahaha....

Tidak usah berekspektasi ketinggian bakal banyak pesawat yang saling menembakkan laser seperti di Star Wars: The Last Jedi. Ada sih, tembak-tembakan pesawat tapi cuma bentar. Ceritanya juga rada kebanyakan drama di awal dan tengah, baru mulai banyak serunya di pertengahan menuju akhir. Setidaknya, sinematografi yang dihadirkan lumayan memanjakan mata penonton, terutama saat adegan perampokan kereta di pegunungan bersalju itu. Masalahnya adalah dua adegan yang kena gunting sensor dengan kasar. Deuh, bikin sebel melihatnya.

Memerankan Han Solo muda tentu menjadi beban bagAlden Ehrenreich karena karakter Han Solo sudah identik dengan Harrison Ford seperti halnya Tony Stark dengan RDJ. Kabar baiknya adalah Alden Ehrenreich bisa lepas dari bayang-bayang Han Solo versi Ford dan menjadi Han Solo muda versinya sendiri. Untuk melihat perbedaa keduanya, sebaiknya nonton dulu semua film Star Wars, ya.

Ngomong-ngomong, akan lebih baik kalau sudah menonton habis semua film Star Wars sebelum menonton film ini. Memang sih ceritanya prekuel dan tidak berhubungan langsung dengan film-film lainnya, namun lebih nikmat menontonnya kalau sudah tahu universe besar dalam Star Wars. Contohnya saja, The Empire yang sering disebut-sebut meskipun tidak berkonflik langsung dengan petualangan Han.

Oh ya, gak usah repot-repot nunggu credit scene, biarpun sama-sama hasil Disney, Star Wars bukan film MCU yang suka ngasih credit scene jadi kalian bebas angsung pergi ke toilet setelah film selesai.

No comments :

Post a comment