Monday, 21 May 2018

[Review] Deadpool 2 (2018)

(g.moln.pw)
Masih gak ngerti dengan orang tua yang membawa anak kecil nonton Deadpool padahal jelas-jelas ada rating 17+ dalam film ini kemudian mengomel karena becandaannya vulgar. Kayaknya sistem online ticketing juga membuat bioskop tidak bisa menyeleksi umur penonton. Apalagi kalau anak ABG umur SMP gitu yang gampang aja beli dan print tiket sendiri.

Oke, lanjut ke review filmnya. Kali ini, Deadpool (Ryan Reynolds) bertemu dengan Cable (Josh Brolin), mutant dari masa depan yang kembali ke masa lalu untuk membunuh mutant muda yang akan jadi penjahat di masa depannya. Di film ini, Deadpool akan membentuk team X-Force yang beranggotakan beberapa mutant untuk misi penyelamatan.

Masih seperti di film sebelumnya, antihero berkostum merah ini tampak jahil dan menyadari bahwa dirinya adalah tokoh fiksi. Ciri khas Deadpool adalah melakukan candaan yang vulgar dengan tingkahnya yang aneh. Gimana ngomongnya ya, film Deadpool bukan seperti halnya Avengers yang bisa dinikmati semua orang. Dari soal jokes vulgar hingga ke plot yang bisa jadi terasa aneh bagi penonton karena kemampuan Deadpool yang mengetahui dirinya adalah fiksi. Bagi Marvel fanboy, beberapa adegan sindirian Deadpool untuk DC tentu asyik dan mengundang tawa. Selain itu, film kedua ini jalan ceritanya lebih dramatis sih kalau mau dibandingkan dengan film pertama.

Selain Colossus dan Negasonic yang sudah muncul di film sebelumnya, kali ini ada beberapa tambahan mutant lain. Salah satunya adalah Domino (Zazie Beetz) dengan kemampuannya adalah "keberuntungan". Terdengar aneh bagaimana keberuntungan menjadi kemampuan? Nonton dulu biar bisa melihat kegunaan kekuatannya ini.

Ada post credit scene? Iya, ada beberapa tapi mid credit scene. Makanya jangan minum banyak-banyak biar bisa tahan duduk nungguin credit scenenya. Btw, ada yang lihat Stan Lee nggak, sih?

No comments :

Post a comment