Sunday, 19 November 2017

[Review] Justice League (2017)

(leonardmartin.com)
Perkumpulan superhero dari DC ini memang dibuatkan filmnya untuk menyaingi Marvel yang lebih dulu melejit lewat Avengers. Sebagai lanjutan dari Batman v Superman: Dawn of Justice, sudah bisa ditebak lah ya kalau Superman hidup lagi. Di trailer aja muncul kok biarpun gak pakai kostum.

Kali ini muncul beberapa tokoh tambahan, Cyborg (Ray Fisher), Flash (Ezra Miller), dan Aquaman (Jason Momoa). Di antara mereka bertiga, baru Flash yang punya film sendiri, itu juga masih TV series. Untuk Aquaman, rencana filmnya tayang tahun depan dengan film solo Cyborg belum disebut tanggalnya.

Oke, saya langsung bilang saja kalau kalian tidak perlu berekspektasi tinggi pada film ini karena memang tidak ada unsur twist atau sesuatu yang nancep di hati penonton. Jalan ceritanya standar deh, ancaman musuh dari luar dan Batman bergerak mengumpulkan para anggota Justice League lalu mereka berusaha menghidupkan Superman kemudian bersatu mengalahkan musuh tersebut. Dan film superhero di manapun tentu saja selalu berakhir dengan dunia yang kembali aman tenteram. Pemasaran yang jor-joran tidak menjamin sebuah film pasti bagus banget.

Setidaknya DC berusaha untuk menghadirkan humor dalam film ini. Selama ini, film DC selalu terkesan dark dan serius. Dengan hadirnya Flash, beberapa bagian sukses membuat penonton tertawa meskipun belum sehumoris film Marvel. Tapi tentu saja Justice League tetap menjadi pilihan utama tontonan akhir minggu ini. Tenang saja sih, ceritanya cukup ringan dan bisa untuk anak umur 13+ karena memang tidak terlalu banyak unsur berdarah di film ini.

Btw, jangan lupa ada dua after credit scene nanti. Bakal ada dua karakter villain DC yang muncul di after credit terakhir.

No comments :

Post a comment