Wednesday, 3 March 2021

[Review] Behind Her Eyes (2021)

(thesun.co.uk)

Louise (Simona Brown), single parent yang bekerja di klinik psikiatri terlibat affair dengan bos barunya,  David Ferguson (Tom Bateman). Tidak sengaja Louise berkenalan dan jadi akrab dengan Adelle (Eve Hewson), istrinya David. Suami istri tersebut sama-sama tidak tahu kalau Louise akrab dengan pasangan mereka sementara Louise sendiri juga bingung karena terperangkap di antara pasangan yang seolah selalu menyembunyikan sesuatu ini.

Awalnya, saya pikir film ini akan menjadi semacam film perselingkuhan lalu berakhir dengan pembantaian. Ternyata tidak, ada yang lebih mindblowing lagi. Banyak orang yang terkejut dengan akhir film Behind Her Eyes, jadi saya tidak akan memberitahukannya biar kita sama-sama terkejut saja.

Alurnya menghanyutkan sejak awal. Mulai dari Louise yang berkenalan dengan David di bar dan kaget waktu besoknya tahu bahwa David adalah bos barunya, hubungan David dan Adelle yang aneh, keakraban Louise dan Adelle, hingga flashback saat Adelle tinggal di rumah rehabilitasi pasca kebakaran dan akrab dengan Rob Hoyle (Robert Aramayo) yang pecandu narkoba. Disebutkan bahwa Louise memiliki bakat lucid dreaming, kemampuan mengendalikan mimpi yang berkembang menjadi astral projection. Adelle nampak tertarik dan mengungkapkan bahwa dia juga punya kemampuan serupa serta memberikan buku panduan melakukan lucid dreaming yang ditulis oleh Rob dulu.

Tema lucid dreaming dan astral projection juga merupakan tema yang jarang sekali diangkat menjadi film. Hanya Insidious saja film bertema serupa yang pernah saya tonton, namun Insidious sendiri mengambil tema horor dengan setan. Di pertengahan Behind Her Eyes, saya sudah bertanya-tanya apakah akan ada setan yang muncul. Untunglah tidak ada.

Saya sendiri sebenarnya dari dulu tertarik dengan lucid dreaming dan beberapa kali mencobanya namun selalu gagal. Susah konsennya, sih.... Banyak orang yang mencoba melakukan lucid dreaming karena kebebasan memilih mimpi yang bisa dilakukan. Metode yang dipaparkan dalam buku tulisan Rob merupakan cara baru yang cukup menarik untuk saya coba. Sementara itu, astral projection sudah merupakan level expert yang sebaiknya tidak dicoba oleh sembarang orang. Salah-salah, insiden bisa seperti di Insidious saat tubuh kosong yang ditinggal astral projection malah menjadi incaran para makhluk halus.

Simona Brown dan Eve Hawson beradu akting dengan sangat ciamik. Karakter Louise yang kebingungan apa yang harus dilakukannya saat terjebak dengan pasangan suami istri aneh tersebut serta karakter Adelle yang cantik, dingin, dan misterius. Hubungan dingin David dan Adelle juga dipertontonkan dengan baik, bagaimana mereka berdua terlihat mengalami masalah komunikasi dan berjarak.

Behind Her Eyes sendiri diangkat dari buku berjudul sama tulisan Sarah Pinborough. Menonton Behind Her Eyes memberikan rasa-rasa mirip The Girl on the Train (2016) hanya versi lebih thriller saja dan tidak ada janda alkoholik di sini. Saya lebih menyukai pace dari Behind Her Eyes yang terasa pas dan tidak selamban The Girl on the Train.

No comments :

Post a comment