Monday, 2 January 2017

[Review] The Girl On The Train (2016)


Kenapa saya lebih memilih nonton film ini daripada Hangout atau Cek Toko Sebelah yang lagi heboh? Pertama, karena saya emang udah nungguin The Girl On The Train sejak lama demi Laura Prepon yang jadi Alex Vause di Orange Is The New Black. Ya biarpun kemunculannya cuma jadi figuran temannya pemeran utama saja sih. Kedua, karena saya sedang bokek dan harus memilih menonton salah satu saja dari 3 film ini. Kalau gak bokek, saya udah nonton ketiganya. Dan keempat, saya lagi butuh asupan film misteri dan thriller dibandingkan komedi.

Jadi, film yang diangkat dari novelnya Paula Hawkins dan disutradarai Tate Taylor ini mengisahkan tentang Rachel Watson (Emily Blunt) yang alkoholik dan sudah 2 tahun diceraikan suaminya. Setiap hari dia pulang pergi naik kereta yang melewati rumah lamanya yang sekarang ditempati mantan suami dan istri barunya. Tetangga beberapa rumah dari rumah lamanya adalah sepasang suami istri perfect couple yang sering terlihat ada di balkon. Rachel yang tiap hari melihat mereka mulai terobsesi dan mengkhayalkan nama dan pekerjaan mereka.

Suatu malam, Rachel mabuk parah dan black out. Esoknya, ia mendapat kabar bahwa Megan Hipwell (Haley Bennet), si istri yang dilihatnya tiap hari itu menghilang. Dan Megan rupanya juga bekerja sebagai pengasuh bayinya Tom Watson (Justin Theroux). Rachel yang cuma ingat sepotong-sepotong pada malam hilangnya Megan berusaha menyusun ingatannya mengenai apa yang terjadi.

Ngomong-ngomong, saya belum baca bukunya jadi nonton film ini juga sambil bertanya-tanya siapa pelaku sebenarnya. Dan karena penasaran, makanya saya bertahan nonton sampai akhir meskipun agak bosan karena filmnya berjalan dengan lambat dan alur maju mundur. Kalau kalian mengharapkan aksi pukul-pukulan, mending jangan nonton deh karena kalian bakal mati kebosanan sekaligus sebel melihat Rachel yang mabuk-mabukan.

Yang menghibur dalam film ini adalah saat ternyata ending ceritanya twist. Kaget sih pas tahu apa yang sebenarnya terjadi biarpun mulai tertebak di paruh kedua film. Sayangnya, akhir cerita yang harusnya bisa dimaksimalkan dengan sedikit baku hantam malah ditutup dengan errr... kurang menegangkan? Setidaknya, Emily Blunt berhasil memerankan janda alkoholik yang depresi.

RATE:
7.4/10

No comments :

Post a comment