Monday, 14 December 2020

[Review] The Call (2020)

(thejakartapost.com)

Seo-yeon (Park Shin-hye) pindah pulang ke rumah keluarga yang sudah lama kosong. Karena ponselnya hilang, dia memakai telepon wireless biasa untuk sementara. Berkali-kali ada telepon misterius masuk dari seseorang bernama Young-sook (Jeon Jong-seo) yang mengaku disiksa ibunya. Setelah diselidiki, ternyata Young-sook adalah penghuni rumah tersebut 20 tahun lalu.

WARNING!! Spoiler alert!!

Film The Call mengusung konsep time paradox tanpa melakukan time travel. Komunikasi antara Seo-yeon dan Young-sook bersumber dari telepon wireless tersebut. Seo-yeon menceritakan bagaimana perkembangan teknologi 20 tahun mendatang kepada Young-sook dan mereka seperti berteman baik terhalang 20 tahun.

Diceritakan bahwa ayah Seo-yeon meninggal karena kebakaran saat Seo-yeon kecil. Setelah tersambung lewat telepon dengan Young-sook dan dia berhasil menggagalkan kebakaran tersebut, hidup Seo-yeon berubah. Ayahnya hidup lagi dan bisa dibilang keluarganya tipikal model keluarga kecil yang bahagia.

Menikmati hidup dengan keluarga yang utuh membuat Seo-yeon kurang ada waktu untuk Young-sook yang mentalnya tidak stabil akibat disiksa ibunya. Ceritanya, ini ibu angkat yang berprofesi sebagai dukun dan menganggap Young-sook kerasukan sehingga sering mempraktekkan sendiri ritual exorcism yang membahayakan. Kelak Young-sook sebenarnya akan tewas akibat ritual pengusiran setan yang kelewat ekstrem namun Seo-yeon menemukan artikel berita lama dan memperingatkan Young-sook akan kemungkinan bahaya.

Berhasil lolos dari kematian dan balik membunuh ibu angkatnya, time paradox terjadi. Di masa depan, Seo-yeon menemukan bahwa berita yang muncul adalah Young-sook ditangkap polisi karena membunuh ibu angkatnya. Young-sook memaksa Seo-yeon untuk mencari tahu apa barang bukti yang bisa membuatnya ketahuan sambil mengingatkan bahwa ayah Seo-yeon masih hidup berkat Young-sook mengagalkan kebakaran.

Hal terbaik dari film ini adalah bagaimana hal di masa depan mengalami banyak perubahan akibat perbuatan Young-sook di masa lalu. Dari ayah Seo-yeon yang tidak jadi mati karena kebakaran tapi malah jadi mati dibunuh Young-sook hingga rumah yang menjadi titik temu mereka berubah dari rumah kosong menjadi rumah dengan banyak kulkas berisi potongan daging manusia korban Young-sook karena dia tidak tertangkap 20 tahun lalu. Twist muncul di sana sini akibat perbuatan di masa lalu dan penonton dibawa tegang saat Seo-yeon bertemu Young-sook 20 tahun kemudian lalu baku hantam.

Akting kedua aktris utama di The Call juga the best, terutama Jeon Jong-seo saat memerankan karakter Young-sook yang depresi dan akhirnya jadi pembunuh berdarah dingin. Ekspresi dan gerak geriknya benar-benar menimbulkan perasaan tak nyaman meskipun saya menontonnya di siang hari. Malah awalnya saya pikir setelah mati dibunuh ibu angkatnya, dia jadi setan.

Meskipun begitu, ada hal yang membuat saya rada bingung. Diceritakan Young-sook sebenarnya ingin menelepon temannya namun entah kenapa selalu nyasar ke Seo-yeon 20 tahun mendatang. Komunikasi mereka selalu dimulai dari Young-sook di masa lalu yang menelepon duluan ke masa depan, tak pernah ada adegan Seo-yeon menelepon ke masa lalu sehingga saya beranggapan bahwa komunikasi mereka hanya bisa terjadi dari masa lalu ke masa depan.

Namun, di akhir cerita ada adegan Young-sook tua di masa depan menelepon ke Young-sook muda di masa lalu untuk memperingatkan akan kedatangan polisi. Sampai sini, saya bingung. Kalau Young-sook muda memasukkan nomor telepon temannya tapi malah konek ke Seo-yeon di masa depan, maka nomor telepon apa yang dimasukkan Young-sook tua sehingga bisa kontak dengan dirinya sendiri 20 tahun yang lalu? 

No comments :

Post a comment