Wednesday, 26 August 2020

[Review] Deep Blue Sea (1999)

(wired.com)

Sekelompok peneliti di laboratorium bawah laut tengah mengembangkan obat alzheimer dengan menggunakan protein dari otak ikan hiu. Efek sampingnya, 3 ekor ikan hiu yang menjadi obyek penelitian menjadi lebih pintar. Puncaknya, salah satu ikan hiu berhasil membuat bocor laboratorium tersebut di malam berbadai sehingga para peneliti terjebak di bawah laut. Pilihannya hanya segera naik ke permukaan sebelum bangunan bawah laut hancur akibat bocor atau tetap di tempat hingga bocor semakin naik dan mereka dimangsa hiu.

Dulu di rumah saya ada VCD film Deep Blue Sea ini. Catat! Beneran VCD, bukan DVD! Masih 2 keping VCD yang di tengah film mesti ganti ke keping berikutnya. Gak tahu deh ini VCD asli atau bajakan. Sepanjang SD, saya sering sekali memutar film ini bolak balik nonton sendirian sampai hafal jalan ceritanya.

Setelah nonton ulang lagi di Netflix, saya baru sadar kalau di beberapa bagian kelihatan banget kepalsuan hiunya. Beda dengan Jaws yang pakai hiu animatronic sehingga masih terlihat beneran. Ya maklum deh, dulu kan masih anak SD yang biarpun kelihatan palsu juga tetap senang saja nonton terus.

Sebenarnya film ini kategori B saja sih, inti ceritanya cuma meloloskan diri dari laboratorium yang semakin banjir dan hiunya juga ada yang masuk ke dalam banjir itu. Lucunya, biarpun bisa dibilang gitu aja, film ini sukses meraup pendapatan kotor 165 juta Dollar dan disebut sebagai salah satu film tema hiu terbaik.

Adegan paling memorable bagi saya di film ini, pas korban pertama digigit putus salah satu lengannya oleh si hiu. Itu darah nyecer di seluruh lantai putih dan yang lainnya histeris. Terus pas dinaikkan ke helikopter di tengah badai, malah korban yang di atas tempat tidur kecebur ke laut dan si hiu menariknya sampai helikopter ikut ketarik terus meledak nabrak bangunan. Epic banget kan ulah si hiu ini?

Btw, pusat penelitian ini diceritakan sebagai pangkalan laut peninggalan Perang Dunia II yang dimodifikasi dengan penambahan laboratorium bawah laut. Para pekerjanya biasanya menginap di hari kerja lalu weekend balik ke pulau utama dan balik ke pangkalan pas Senin. Sepanjang weekend, yang ada di pulau hanya operator dan para peneliti saja. Saya pengen sih kerja beginian, sepanjang waktu berada di tempat yang sepi saja.

Deep Blue Sea ini bagus untuk film iseng di akhir pekan. Apalagi katanya ada sekuel kedua dan ketiganya, cuma saya belum nemu filmnya aja sih. Dari sinopsis yang saya temukan, temanya masih tentang sekelompok peneliti hiu yang ujung ujungnya terjebak hampir dimakan hiu. Iya, saya memang suka tema cerita sekelompok orang terjebak dan dikejar-kejar sama antagonis, terserah apakah si antagonis ini orang atau hewan.

No comments :

Post a comment