Sunday, 3 November 2019

[Review] Love For Sale 2 (2019)

(Visinema Pictures)
Arini (Della Dartyan), sosok yang disebut sebagai villain terjahat dalam film drama, kembali lagi sebagai pacar sewaan dari Love Inc. Kali ini, penyewanya adalah Indra tauhid alias Ican (Adipati Dolken), pemuda 32 tahun keturunan Padang yang pusing terus menerus ditanyai kapan menikah oleh ibunya (Ratna Riantiarno).

Apa perbedaan antara Love For Sale 2 dengan pendahulunya? Dalam Love For Sale, Richard (Gading Marten) adalah bujang lapuk yang tinggal sendirian tanpa keluarga sehingga kehadiran Arini hanya berdampak pada kehidupannya sendiri saja. Sementara itu, Love For Sale 2 menghadirkan Arini ke tengah keluarga dengan ibu dan 3 anak lelaki. 

Sosok Ibu Ros, digambarkan selayaknya ibu-ibu 60an tahun yang bawel mengurusi anak yang belum menikah, menantu pertama yang tidak sesuai ekspektasi, dan anak ketiga yang ditinggal istri. Kemunculan Arini membuat Ibu senang karena merasa menemukan calon menantu idaman untuk anak kedua yang masih belum menikah. Kerewelannya jadi berkurang, lebih asyik, dan bisa menerima menantu pertamanya.

Di film sebelumnya, fokus film hanya pada hubungan Richard dan Arini serta dampak kemunculan Arini membawa perubahan karakter Richard menjadi lebih positif. Dalam Love For Sale 2, bukan hanya Ican dan Arini yang disorot, tapi juga hubungan Ibu Ros dengan ketiga anaknya. Sebenarnya, saya merasa ada sesuatu yang kurang jelas, yaitu mengapa Ibu Ros kurang suka dengan Maya, istri  dari anak pertamanya? Tebakan saya dari beberapa dialog di film, kelihatannya anak pertamanya menikahi janda yang memiliki anak. Apa mungkin ada penonton lain yang memiliki teori berbeda?

Salah satu hal menarik dari Love For Sale 2 adalah setting yang ditampilkan. Rumah keluarga Ican digambarkan berada di gang ukuran satu mobil dengan anak-anak kecil berlarian main, bapak-bapak main kartu sambil nongkrong, hingga acara pengajian bergiliran. Potret tempat tinggal seperti ini terasa alami dan dekat dalam kehidupan sehari-hari. Menonton film ini akan membuat hati terasa ambyar seperti dalam film pertama, apalagi dikarenakan adanya unsur drama keluarga yang mengingatkan pada orang tua masing-masing.

Melihat ending film ini, besar kemungkinan akan ada Love For Sale 3 yang membahas mengenai masa lalu Arini sebelum bekerja di Love Inc, perusahaan penyewaan pacar yang misterius. Apalagi adegan saat Arini membuka ponselnya dan melihat-lihat foto yang kemungkinan dirinya saat kecil. Ini bisa menjadi cerita yang menarik untuk digali oleh Andibachtiar Yusuf selaku sutradara.

No comments :

Post a comment