Saturday, 20 April 2019

[Review] Hotel Mumbai (2019)

(rollingstone.com)
Film yang diangkat dari kisah nyata ini menceritakan serangan teroris yang di Mumbai, India pada November 2008. Aslinya, teror di kota tersebut berlangsung selama 4 hari dengan beberapa titik serangan namun didramatisir menjadi 12 jam saja dengan fokus cerita pada Hotel Taj dalam film ini. Seperti halnya kejadian aslinya, film menampilkan bagaimana kepanikan para staff hotel dan tamu yang berusaha meloloskan diri dalam situasi genting tersebut.

Hotel Mumbai merupakan salah satu film India tanpa nyanyian dan tarian yang menjadi ciri khas film Bollywood. Sepanjang film, isinya justru suara tembakan senapan mesin dan ledakan granat. Film dibuka dengan cepat, saat perahu karet berisi 10 teroris turun dan menaiki taksi menuju lokasi target masing-masing. Dalam kurang dari 15 menit saja, serangan pertama sudah terjadi di stasiun kereta menimbulkan kepanikan di seluruh Mumbai. Dengan cepat, ketegangan menyebar dan penonton dibuat tak sempat bernafas melihat para teroris sudah memasuki Hotel Taj sambil menembaki siapa saja yang terlihat. Penembakan brutal dan darah merah yang tergenang di mana-mana membuat film ini berada dalam rating 17+ bahkan sempat mendapat kritikan.

Meskipun penuh adegan kekerasan, ada juga beberapa adegan yang cukup menguras emosi di sini. Saat istri Arjun (Dev Patel), salah satu staff hotel, menatap nanar tayangan berita penyanderaan di Hotel Taj dan menyadari bahwa suaminya ada di sana hingga saat resepsionis hotel dengan gemetaran menelepon satu persatu penghuni kamar agar keluar atas paksaan teroris. Sisi humanis para teroris yang digambarkan masih remaja juga digambarkan dengan salah satu teroris yang menelepon orang tuanya dari kamar hotel.

Beberapa karakter yang menjadi sorotan dalam film ini seperti Arjun, Zahra (Nazanin Boniadi), David (Armie Hammer), dan Vasili (Jason Isaacs) merupakan karakter fiksi yang sesungguhnya merupakan campuran karakter dari beberapa tamu dan staff yang bereaksi saat penyerangan. Sementara itu, Chef Hemant Oberoi (Anupam Kher) yang menjadi kepala koki justru merupakan sosok nyata yang diangkat ke dalam film. 

Hotel Mumbai menjadi salah satu film Bolywood yang menyuguhkan ketegangan dan juga mampu menguras emosi penonton. Beberapa adegan film juga merupakan potongan rekaman liputan real yang digabungkan ke film, sama seperti dalam 22 Menit. Hotel Mumbai merupakan tontonan yang sebaiknya Anda tonton sebelum layar akan dikuasai Avengers: Endgame minggu depan.

No comments :

Post a comment