Monday, 4 March 2019

[Review] Dilan 1991 (2019)

(spiritriau.com)
Sebelumnya, pastikan dulu sudah nonton Dilan 1990 biar nyambung ya. Sesuai judulnya, Dilan 1990 terjadi di rentang akhir 1990 saat Dilan sedang PDKT ke Milea hingga jadian. Sementara itu, Dilan 1991 mengisahkan konflik hingga mereka berpisah. Dulu saya nonton Dilan 1990 dengan agak setengah hati gitu. Trailernya agak bikin sebel karena Dilan bicara dengan bahasa yang sangat baku. Tapi karena beberapa hari tayang dibilang bagus, jadi saya nonton dan ternyata di atas ekspektasi.

Apabila sudah baca kedua bukunya, tentu mudah mencerna film ini. Belum baca bukunya? Gpp sih, asal sudah nonton prekuelnya. Kalau belum baca bukunya dan gak nonton prekuelnya tapi langsung nonton Dilan 1991, itu baru masalah banget.


Saat film pertamanya lebih banyak berisi adegan sweet khas era 90an seperti telepon-teleponan via telepon umum, Dilan 1991 sudah berkurang tingkat sweetnya. Setelah jadian dengan Dilan (Iqbaal Ramadhan), Milea (Vanesha Prescilla) mencemaskan soal geng motornya Dilan. Geng motor identik dengan tawuran, salah-salah nyawa melayang dibuatnya. Berbagai cara dicoba Milea agar Dilan tidak pergi tawuran, yang berakhir dengan putus. Ibaratnya Dilan 1990 adalah gula-gula manis, maka Dilan 1991 adalah jeruk nipis dan pare yang kecut pahit. Meskipun begitu, tetap ada beberapa adegan lucu yang muncul, seperti saat Milea bertemu dengan ayahnya Dilan dan saat Milea diberi surat cinta yang norak oleh guru baru.

Ada beberapa adegan dalam buku yang tidak diangkat ke film, seperti cerita saat ayah Dilan meninggal dan Milea (saat sudah putus) merasa cemburu dengan kehadiran seorang perempuan yang nampak akrab dengan Dilan. Beberapa adegan yang tidak diangkat itu, kemungkinan akan diangkat dan dijelaskan dalam film Milea yang akan melengkapi trilogi Dilan dan Milea beberapa tahun lagi. Menurut Fajar Bustomi yang menggarap trilogi ini, film Milea akan lebih nakal dikarenakan mengambil POV dari Dilan sebagai seorang lelaki yang selengean dan terkenal nakal.

Btw, kalau diperhatikan penempatan iklan di film ini agak terlalu berlebihan. Simpati Loop itu belum ada di tahun 1991 tapi logonya bertebaran di mana-mana!

No comments :

Post a comment