Saturday, 21 July 2018

[Review] Buffalo Boys (2018)

(kincir.com)
Jamar (Ario Bayi) dan Suwo (Yoshi Sudarso), dua putra Sultan Hamza yang terpaksa mengungsi bersama bersama pamannya, Arana (Tio Pakusadewo), ke tanah Amerika. Setelah dewasa, mereka bertiga kembali ke tanah Jawa pada masa kolonial untuk membalas dendam pada Van Trach (Reinout Bussemaker), pejabat Belanda yang telah membunuh keluarga mereka.

Dari trailer dan posternya, terlihat bahwa Buffalo Boys akan menyajikan film koboi ala western dengan setting tanah Jawa pada masa kolonial. Meskipun film ini memiliki jalan cerita yang biasa saja, namun perpaduan yang unik dengan kostum dan lokasi yang jadul membuat Buffalo Boys menarik untuk dilihat. Terutama lagi adalah adegan perkelahian tangan kosong Suwo melawan pemilik bar di pertengahan film. Meskipun belum semenegangkan The Raid, adegan perkelahian ini menyajikan sinematografi yang bagus.

Bagi yang penasaran dengan nama Yoshi Sudarso, aktor ini memang sudah lama menetap di Amerika. Ia merupakan pemeran Power Ranger pertama dari Indonesia, memerankan ranger biru dalam Power Rangers Dino Charge, 

Ada Pevita Pearce hadir dalam film ini lewat karakter Kiona, putri kepala desa yang ditaksir Suwo. Sayangnya, karakter Kiona kurang mendapat porsi yang memadai dalam Buffalo Boys. Di awal film, Kiona digambarkan mahir menunggang kerbau dan memanah. Awal melihat, kesannya langsung "Wah, cewek tangguh nih". Namun, kesan itu langsung menghilang karena sepanjang sisa film Kiona hanya menjadi tipikal cewek yang diganggu dan diculik musuh sambil menunggu jagoannya datang menyelamatkan. Setelah adegan awal menunggang kerbau dan memanah yang wah, Kiona tidak ditampilkan menunggang kerbau lagi dan hanya sekali mengangkat busur.

Btw, karena Kiona menunggang kerbau sambil menutup wajah dan hanya kelihatan mata, adegan itu pasti dimainkan pemeran pengganti. Kelihatan kok dari matanya kalau kalian memperhatikan ;)

No comments :

Post a comment