Sunday, 15 April 2018

[Review] Rampage (2018)

(forbes.com)
Anak 90an? Kalau begitu, pasti tahu game arcade Rampage yang dibuat tahun 1986. Hal unik dari game ini adalah pemainnya mengendalikan monster yang mengamuk menghancurkan kota, alih-alih menjadi jagoan. Bisa menghancurkan gedung, tank tentara, sampai makan orang. Dalam versi film ini, yang dimunculkan adalah tiga monster berupa gorila, serigala, dan buaya raksasa sesuai dengan game.

Belakangan ini, Dwayne 'The Rock' Johnson banyak main film action berbalut bumbu komedi. Contohnya saja dalam perannya sebagai ahi primata bernama Davis Okoye di Rampage ini. Hubungan akrabnya dengan George si gorila albino tampak kocak karena sering dikerjai George. Beberapa meteor yang aslinya berisi bahan rekayasa genetika Energyne jatuh dan terhirup George dan dua hewan liar lainnya, menjadikan mereka bertiga monster raksasa yang mengamuk. Davis dan Dr. Kate Caldwell (Naomie Harris) berusaha menghentikan George dan para monster lainnya yang menyerbu ke kota.

Sudah pernah memainkan gamenya? Maka menonton filmnya bisa menjadi nostalgia yang asyik. Pas main gamenya kan masih dengan grafis pecah-pecah, kini para monster ikonik itu hadir dalam bentuk yang realistis berkat teknologi CGI.

Memang sih jalan ceritanya biasa saja. Meteor berisi bahan rekayasa genetika jatuh, terinfeksi, jadi monster, berusaha menghentikan monster yang menghancurkan kota, kemudian happy ending. Tapi menonton Rampage lumayan menyenangkan berkat humor antik ala George dan beberapa bumbu kelucuan lainnya. Yah, mungkin patut dipertanyakan mengapa Davis masih bisa lari-lari sana-sini setelah perutnya ketembk tanpa lemas kehilangan darah.

Ringan dan menghibur, kesan yang pas soal Rampage. Kalau sudah pernah main gamenya, maka nonton filmnya adalah wajib hukumnya biar bisa melihat para monster versi kerennya.

No comments :

Post a comment