Sunday, 16 July 2017

[Review] Filosofi Kopi 2 (2017)

(hot.detik.com)
Di akhir film pertamanya, dikisahkan Kedai Filosofi Kopi ditutup dan mereka berkeliling Indonesia menggunakan VW Combi yang dimodifikasi menjadi kedai kopi keliling. Seiring berlalunya waktu, para barista memutuskan mengundurkan diri untuk mengejar mimpi masing-masing. Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) pun memutuskan pulang ke Jakarta untuk membangun Kedai Filosofi Kopi kembali.

Julie Estelle di film sebelumnya akan digantikan oleh Luna Maya sebagai Tarra, investor yang berminat menanam modal di Kedai Filosofi Kopi dan Nadine Alexandra sebagai Brie, barista baru yang kerap berselisih dengan Ben dalam hal cara meracik kopi. Kedua pendatang baru ini akan dekat dengan Ben dan Jody, namun diam-diam salah satu dari mereka menyimpan rahasia yang akan menghancurkan Filosofi Kopi.

Untuk yang sudah menonton film sebelumnya, pastilah menunggu-nunggu kelanjutan kisah persahabatan ini. Film yang penuh dengan adegan meracik dan meminum minuman berkafein ini sekali lagi sukses mengambil hati penontonnya. Biarpun saya tidak cocok minum kopi, tapi saya sangat menikmati filmnya. Dari ekspresi para pemain yang menikmati setiap tegukan kopi hingga pemandangan kebun kopi yang hijau, kilas balik kopi tiwus, dan Toraja. Ditambah dengan soundtrack yang terasa sangat pas. Hey, you must check Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti from Banda Neira!

Karakter Ben dan Jody, si Paman Gober dan si maniak kopi, memiliki porsi masalah masing-masing. Yang satu mikirin cuan terus, yang satunya idealis. Alhasil keduanya tabrakan berantem terus, dari berantem yang bikin penonton tertawa sampai ribut serius yang membuat penonton terdiam menyimak tegang. Btw, kepergian para barista mengejar mimpi masing-masing sesungguhnya terasa mengingatkan bahwa ada masanya mimpi terbentur realita.

Kehadiran Tarra berpengaruh penting dalam film ini karena membantu kembalinya Kedai Filosofi Kopi sekaligus menyimpan bom waktu yang siap meledak. Karakter Brie sendiri kalau menurut saya terlalu cepat berubah perannya di akhir cerita. Susah dijelaskan apanya yang berubah, jadi silahkan ditonton saja filmnya. Perhatikan seperti apa perannya di awal film dan berubah jadi apa di akhir film, kelihatannya agak terlalu cepat prosesnya.

Untuk yang sudah menonton ataupun berniat nonton Filosofi Kopi 2, jangan buang potongan tiket nonton kalian. Bawa potongannya ke Kedai Filosofi Kopi di Melawai atau Jogja karena satu potongan tiket bisa ditukar dengan 1 gelas kopi dan 1 benih kopi akan diberikan pada petani.

"Setiap hal yang punya rasa pasti punya nyawa"
Ben - Filosofi Kopi 2

No comments :

Post a comment