Saturday, 2 July 2016

[Review] Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2) (2016)


Sebenarnya agak aneh menyebut film ini Habibie & Ainun 2, karena Ainun tidak muncul di film ini. Hanya namanya saja yang disebut dan kilasan masa lalu yang diambil dari film Habibie & Ainun 1. Rudy Habibie berfokus pada kisah Bacharuddin Jusuf Habibie (Reza Rahardian) saat menjalani perkuliahan di Jerman.

Jika Habibie & Ainun full drama, Rudy Habibie malah jadi berasa thriller di beberapa adegan. Label inspired by true story membuat saya jadi bertanya-tanya mana yang fiksi dan mana fakta yang dibumbui. Salah satunya tentang perseteruan internal di dalam organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia. Itu serius sampai keluar pistol segala se[erti di trailer?

Reza Rahardian sebagai Habibie sangat tidak tergoyahkan aktingnya sejak Habibie & Ainun 1. Rasanya saya belum pernah melihat Reza berakting jelek dalam semua filmnya yang saya tonton. Menarik melihat bagaimana chemistry terbangun antara Reza dan Chelsea Islan yang berperan sebagai Ilona, gadis Jerman yang menjalin hubungan dengan Habibie. Kalau berdasarkan hasil googling saya, mantan presiden Habibie memang benar sempat menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Ilona di Jerman. Kalau saja kisah Rudy Habibie ini fiksi, saya benar-benar lebih suka Habibie dengan Ilona saja saking luar biasanya chemistry Habibie dan Ilona di film ini. Apalagi ditambah lagu Mencari Cinta Sejati yang dinyanyikan Cakra Khan, makin terasa menyedihkan melihat perpisahan Habibie dan Ilona.

Diramaikan dengan beberapa nama stand-up comedian seperti Ernest Prakasa, Pandji Pragiwaksono, Boris Bokir, tidak membuat Rudy Habibie malah menjadi full comedy. Siraman komedi tetap muncul menyegarkan suasana tanpa berlebihan. Liem Keng Kie, tokoh yang diperankan oleh Ernest Prakasa benar-benar ada dan masih menetap di luar, tidak pulang ke Indonesia karena ganjalan politik.

Secara keseluruhan, Rudy Habibie yang mengangkat masa muda BJ Habibie menampilkan kehidupan mahasiswa Indonesia di Jerman pada tahun 1950an, lengkap dengan kesulitan yang ada karena gejolak politik pada masa itu. Mungkin terinspirasi Marvel, Hanung Bramantyo menampilkan post credit scene yang kelihatannya menjadi easter egg untuk Habibie & Ainun 3.

RATE:
8/10

No comments :

Post a comment