Wednesday, 8 September 2021

[Review] Clickbait (2021)

(kompas.com)

Nick Brewer (Adrian Grenier) seorang pelatih tim voli mendadak viral karena video yang beredar di dunia maya. Dalam video itu, terlihat Nick dengan muka bonyok memegang papan bertuliskan bahwa dia sudah melecehkan dan membunuh perempuan. Apabila video tersebut mencapai 5 juta penonton, maka ia akan mati. Dengan cepat 5 juta penonton tercapai dan Nick ditemukan tewas. 

Di awal kemunculan video Nick, netizen pada heboh mengira itu semacam video cari perhatian (sesuai judulnya, Clickbait) dan semakin penasaran apa benar Nick bakal mati kalau tembus 5 juta penonton. Masayarakat baru sadar kasus ini serius waktu Nick benar-benar ditemukan sudah jadi mayat.

Series Clickbait disajikan dengan cara yag unik, setiap episodenya film berjalan maju (dengan beberapa flashback) dari sudut pandang orang yang berbeda. Ada POV si istri, anak, wartawan, hingga detektif yang menangani kasusnya Nick. Semakin nonton, semakin banyak juga hal mengejutkan yang terungkap dalam proses penyelidikan kasus.

Image Nick di masyarakat adalah seorang family man dan pelatih tim voli ramah yang tipikal orang baik-baik pada umumnya. Dengan videonya memegang papan bertuliskan dia telah melecehkan perempuan, masyarakat (terutama netizen) langsung ricuh mengata-ngatainya. Keluarganya tertekan oleh komentar dunia maya, kerubungan wartawan, serta kebingungan siapa sosok ayah/suami/saudara mereka sebenarnya.

Hal menarik dalam Clickbait adalah menunjukkan bagaimana kecanggihan teknologi menjadi pisau bermata dua dalam kasus Nick. Di satu sisi ada muncul sejenis apps yang bisa digunakan warga sekitar untuk melapor apabila melihat Nick atau jejaknya sehingga diharapkan membantu proses tapi juga menjadi mainan orang iseng dengan laporan palsu. Begitu juga dengan situs kencan berisi profil Nick, menjadi petunjuk pemecahan kasus sekaligus bikin sakit hati keluarganya dan bulan bulanan bagi wartawan.

Begitu ada pesan atau notifikasi yang masuk di ponsel atau situs, maka akan tampil dalam bentuk pop up di layar penonton sehingga memudahkan penonton membacanya sekaligus juga mengingatkan pada beberapa episode Black Mirror.

Setiap episode ada saja hal mengejutkan yang muncul, membuat penonton sibuk berteori apa sebenarnya yang terjadi di balik kasus Nick ini. Tambah emosi pas ending ceritanya ternyata benar-benar plot twist. Semua teori tentang siapa penculik dan pembunuh Nick terhempas, gak beda jauh dengan pas nonton Behind Her Eyes. Kelihatannya Netflix memang sedang senang membuat mini seri yang temanya bikin penonton sibuk berteori dan berkahir plot twist begini.

No comments :

Post a Comment