Friday, 22 May 2020

[Review] Kamulah Satu-Satunya (2007)

(qnewt.wordpress.com)
Indah (Nirina Zubir) adalah siswi SMA yang merupakan fans berat Dewa 19. Sehari-harinya, Indah tinggal di Bayah, Banten bersama Abah (Didi Petet) yang membuka rumah makan ikan bakar. Suatu hari, Indah mengikuti undian berhadiah tiket meet and greet dengan Dewa 19 di Jakarta. Meskipun gagal menang, namun Indah berhasil membujuk pemenang dari daerah Bayan untuk memberikan tiketnya. Namun, Abah melarang Indah ke Jakarta karena trauma dengan nasib ibu Indah yang hilang di Jakarta. Akhirnya, Indah nekat ke Jakarta sendirian demi bertemu band idolanya.

Lewat Kamulah Satu-Satunya, Hanung mengantarkan penonton melihat bagaimana kontrasnya kehidupan di Bayah dengan adegan anak-anak yang harus naik truk menuju sekolah dengan Jakarta yang merupakan kota metropolitan besar. Padahal di peta, Banten dan Jakarta itu tergolong dekat. Mungkin ketimpangan pembangunan menjadi salah satu hal yang ingin diperlihatkan.

Pepatah "Sekejam-kejamnya ibu tiri, masih lebih kejam ibu kota" yang terkenal sejak lama juga terpampang jelas dalam film ini. Mulai dari bapak-bapak sekampung dengan Indah yang kena jambret hingga tiket meet and greet yang direbut karena Indah tertipu. Menonton film ini mengingatkan kembali pada tahun 2000an di mana Kopaja dan bajaj warna orange masih berseliweran di jalanan Jakarta.

Dari sinopsisnya, sudah bisa ditebak akan ada penampilan Dewa 19 dan juga lagu-lagu dari band tersebut menjadi soundtrack film ini. Tahun sekitaran 2007 juga menjadi masa kejayaan Dewa 19, saya masih ingat tahun segini saya masih SMP dan lagu Laskar Cinta diputar di berbagai lapak penjual DVD bajakan. Tentu tak salah Hanung Bramantyo membuat film yang menggabungkan kejayaan Dewa 19 dengan Nirina Zubir yang juga tengah naik daun.

Ini adalah masa-masa di mana nama Nirina Zubir tengah berjaya setelah menyabet Piala Citra sebagai pemeran utama wanita terbaik FFI 2006 sebagai Rachel dalam film Heart. Perannya sebagai Indah di Kamulah Satu-Satunya juga mengantarnya mendapatkan nominasi pemeran utama wanita terbaik di FFI 2007. 

Nirina Zubir memang cocok memerankan karakter yang bawel, galak, dan nyablak. Karakter Indah digambarkan sebagai gadis desa tepi laut yang polos namun juga kocak dan nekat. Meskipun dilarang, dia masih nekat naik bus menuju Jakarta demi memenuhi mimpinya bertemu Dewa 19.

Mengisi masa-masa #dirumahaja membuat saya jadi ingin menonton banyak film-film lama. Sekedar nostalgia dan juga mencari film-film yang dulu tak sempat saya tonton.

No comments :

Post a comment