Tuesday, 24 November 2015

[Review] Mujigae Resto

Gw baru tahu bahwa tanggal 11 November adalah hari jomblo sedunia. Ini beneran ya, silahkan cek saja di wiki kalau gak percaya. Dan kali ini gw menemukan info bahwa Mujigae Resto memberikan promo di hari jomblo tersebut.

Ya mari langsung capcus ke tempatnya.

Promonya adalah untuk seharian pada tanggal 14 November, maka pengunjung yang berpakaian serba hitam akan mendapatkan free Jjangmyeon. Tau Jjangmyeon? Makanan Korea berupa mie dengan saus pasta kacang kedelai hitam.

Rupanya para jomblo di Korea sana merayakan kejombloannya dengan mengenakan pakaian serba hitam dan makan Jjangmyeon yang berupa mie hitam ini. Mengapa promonya pas 14 November? Gw juga kagak tahu, mungkin 14 November dipilih untuk hari promonya karena pas jatuh pada hari Sabtu weekend di mana orang pada libur.

Yang gw kunjungi adalah Mujigae Resto yang di Pluit Village, Jakarta Utara. Outlet Mujigae ini masih sedikit di Jakarta, lebih banyak ada di BoDeTaBek sih. Nih di bawah ada daftarnya.

(Sumber : Mujigae Resto)

Sebenarnya info dari twitter Mujigae sendiri rada simpang siur. Ada yang nanya ke adminnya, maksudnya serba hitam itu boleh atasan atau bawahan saja yang hitam atau mesti seluruhnya hitam dari atas ke bawah? Admin twitternya bilang serba hitam, ya udah gw siap-siap aja kaos hitam dan celana hitam. Padahal itu celana untuk gw pergi kerja biasanya.

Sampai di sana, karena waiting list maka gw iseng nanya ke mbak yang jaga waiting list, memangnya harus hitam semua atas bawah ya?

Ternyata nggak, atasan atau bawahan hitam juga udah cukup. malah pakai jaket hitam aja udah boleh kok.

Yaelah, ngapain gw repot-repot pake baju hitam atas bawah? -____-


Dimana-mana baju hitam.

Kelebihan Mujigae ini adalah pada sistem pemesannannya yang pakai ipad! Jadi pengunjung duduk, liat-liat menu, lalu order sendiri di ipadnya. Kalau sudah, minta bill juga via ipad, baru nanti bill akan datang diantarkan pelayannya. Dan itu ipad juga bisa dipakai untuk foto-foto narsis dan di share via email.

Satu-satunya masalah adalah, kagak ada timer nya!

Ya silahkan saja entah gimana caranya atur pose agar semuanya bisa masuk dalam foto dengan satu orang mencetin tombolnya atau minta tolong sekalian untuk difotoin. Juga bisa request lagu segala, ya lagu Korea sih. Berhubung pada gak terlalu doyan lagu Korea ya gak ada yang nyoba untuk request.

Foto terus!

Di Mujigae juga disediakan mesin cetak foto. Jadi jika kita berfoto lalu upload Instagram dengan hashtag #MujigaeResto, maka kita bisa login masuk ke Instagram via mesin tersebut dan mencetak foto kita. Oh ya, dan hasil cetak fotonya juga bagus, bukan kertas foto tipis tapi kartu tebal seperti kartu kresit gitu.

Yang doyan foto-foto, silahkan cetak foto kalian sebanyak-banyaknya di sini :p

Setelah melihat menu, akhirnya yang dipesan tentu saja Jjangmyeon gratisan itu dan Beef Bulgogi untuk tambahan biar gak eneg makan mie semua.

Nanti Jjangmyeon nya datang, warnanya belum hitam. Mesti diaduk sendiri dulu baru jadi hitam.

Sebelum diaduk.


Setelah diaduk.

Pas dimakan ternyata enak juga, biarpun warna hitamnya bikin ngerasa aneh. Ini pakai daging ayam kok, jadi halal. Rasa saus kedelai hitamnya manis manis gurih.

Sayangnya, karena diaduknya kurang rata, jadinya banyak pastanya ngumpul di bawah mangkok. Awal makan terasa pas di lidah, namun semakin menjelang habis maka jadi agak eneg karena semua pastanya ngumpul di bagian bawah mangkok. Jadinya yang di bawah itu kemanisan!

Intinya, aduklah sampai rata pastanya!

Selain Jjangmyeon, Beef Bulgogi yang disajikan juga enak. Ya, semacam nasi goreng sapi versi Korea. Lain kali datang, kelihatannya gw bakal lebih memilih untuk pesan Bulgogi saja deh.

Beef Bulgogi.

Lalu kemudian masalah muncul saat membayar. Rupanya aturannya adalah foto dengan pose sambil makan Jjangmyeon lalu fotonya dicetak dengan mesin kemudian bayarnya ya pake foto itu, satu foto per porsi Jjangmyeon.

Yaelah, kenapa kagak sebut dari awal!

Kirain hanya datang pakai baju hitam, dapat Jjangmyeon gratis, lalu hanya bayar minuman dan makanan selain Jjangmyeon.  Di twitter juga tidak diinfokan syarat harus foto dengan pose makan.

Alhasil, mangkok-mangkok kosong digunakan untuk berpose pura-pura sedang makan. Setelah itu, upload ke Instagram masih dengan penuh perjuangan karena sinyal jelek dan no wi-fi. Ya ampun, nyediain mesin cetak foto Instagram tapi gak ada wi-fi ya sama aja boong woy! Kelihatannya banyak juga yang belakangan baru tahu tentang aturan harus cetak foto ini, karena banyak yang ngantri di mesin cetak foto itu sambil mengomel.

Yeah, makanannya memang enak dan tempatnya juga bagus. Hanya saja, masalah promo yang kurang diinformasikan syarat dan ketentuannya membuat tempat ini sedikit turun penilaiannya bagi gw :(

No comments :

Post a Comment